Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Juni 2011

Sepeda Listrik

Gambar: Produsen luar, Ultramotor E-Bike A2B

Bagi kebanyakan orang di Indonesia, bersepeda hanyalah aktifitas sampingan yang dilakukan pada hari libur untuk bersenang-senang dan berolahraga, namun di beberapa negara lain seperti Cina, bahkan di negara maju seperti Jepang dan Belanda, sepeda menjadi alat transportasi alternatif untuk bekerja atau kuliah sambil berpakaian jas. Saat ini, Jepang merupakan negara pengguna sepeda terbesar di dunia dengan rasio satu sepeda untuk tiap empat orang. Ada 90 juta sepeda di Jepang.  

Di Cina, sepeda  listrik  menjadi suatu fenomena yang menarik, karena beberapa tahun belakangan,  perkembangan sepeda listrik di Cina mengalami peningkatan  yang  sangat  besar. Sepeda listrik bagi penulis sangat cocok dipakai di Indonesia dengan alasan sebagai berikut:

Jumat, 18 Februari 2011

Pohon Peneduh halaman rumah

Banyak penduduk Indonesia saat ini berdomisili di perkotaan atau perumahaan pinggiran kota seperti di Bekasi, Tangerang, Gresik, Sidorjo dan Cikarang dengan suhu udara yang sangat panas. Dengan semakin banyaknya urbanisasi ke perkotaan, maka rumah menjadi semakin mahal dan berukuran kecil.

Udara yang panas bisa diatasi dengan memasang AC, namun AC tidak selamanya bagus, karena meskipun dingin, udara yang dihembuskan kering dengan kelembaban rendah sehingga kulit menjadi kering dan lebih cepat keriput. Yang perlu dilakukan adalah menanam pohon peneduh yang rindang, bukan pohon hias yang tumbuh ramping seperti pohon palem, karena pohon peneduh dapat menciptakan suasana lingkungan perumahan yang asri dan sejuk, menenangkan dan membuat anda betah tinggal di rumah


Informasi yang saya peroleh dari berbagai sumber, terdapat kriteria-kriteria dalam memilih jenis pohon peneduh untuk halaman rumah, yaitu:
  1. Penyerap gas CO2, Timbal serta menghasilkan Oksigen.
  2. Tinggi pohon lebih dari 3 meter, namun tidak lebih dari 12 meter. Perumahan-perumahan saat ini, biasanya menyediakan halaman untuk area tanaman dengan lebar 3x3 meter.
  3. Rimbun dengan kerapatan daun yang bisa menutupi sinar matahari.
  4. Tajuk luas atau mampu menutupi area yang luas.
  5. Perawatan mudah.
  6. Pertumbuhan agak cepat, namun tetap saja harus menunggu sekitar 3 tahun.
  7. Daun tidak mudah rontok.
  8. Ranting tidak mudah patah bila tertiup angin kencang.
  9. Ranting atau cabang tidak berukuran terlalu besar, karena berbahaya bila tumbang  dan menimpa orang yang ada di bawahnya atau genteng rumah.
  10. Akar kuat menghujam ke dalam tanah sehingga pohon tidak mudah tumbang bila tertiup angin kencang.
  11. Akar tidak timbul ke permukaan sehingga merusak lantai dan tembok rumah atau trotoar.
  12. Serbuk sarinya tidak bersifat alergi bagi penderita asma.
  13. Disukai burung-burung.

Kamis, 23 Desember 2010

Tanaman Pergola (pelindung panas)

Gambar: Tanaman Alamanda

Tinggal di daerah panas adalah sebuah takdir, bukan pilihan. Takdir mengharuskan kita untuk tinggal di daerah-daerah tertentu untuk mendekatkan diri dengan tempat kerja atau menyesuaikan kondisi keuangan kita. Dengan panasnya suhu udara pada siang hari (Bekasi Timur), rumah menghadap ke barat serta depan rumah yang dulunya masih tanah lapang (sebelum ada masjid), saya seperti umroh tiap sabtu-minggu (padahal belum pernah umroh he3x).

Sabtu, 13 November 2010

Pohon Peneduh taman kota atau komplek perumahan

Pohon ini biasanya ditanam di pusat aktifitas sosial warga, khususnya pada hari libur seperti di taman kota, alun-alun atau lapangan komplek perumahan. Dengan adanya pohon besar dengan tajuk yang sangat luas untuk menutupi panas, maka akan terasa udara yang sejuk sehingga menstimulasinya warganya untuk betah bersosialisasi di Ruang Terbuka Hijau. Selain itu, jenis pohon ini mempunyai karakteristik akar yang sangat kuat dan menghujam ke dalam tanah dan menyebar di permukaan tanah sehingga dapat menyerap dan menyimpan air dalam jumlah besar. Pohon-pohon jenis ini tidak cocok untuk ditanam di trotoar jalan yang sempit atau halaman rumah yang kecil karena perakarannya dapat merusak lantai dan tembok.

Ciri-ciri jenis pohon peneduh raksasa ini adalah
  1. Rimbun atau rindang.
  2. Tajuk luas atau mampu menutupi area yang luas.
  3. Perawatan mudah, dapat tumbuh ditanah yang padat dan keras.
  4. Akar sangat kuat, dalam dan menyebar untuk menyerap dan menyimpan air.
Dari hasil melihat-lihat pepohonan dan membaca literatur di internet, maka dipilih pohon-pohon berikut ini:

Minggu, 29 Agustus 2010

Kode Plastik pada Wadah Makanan


(Sumber: Sebagian diambil dari www.AkuInginHijau.org) Plastik adalah media favorit pedagang untuk membungkus makanan dan minuman, karena plastik tidak pecah, tidak bocor dan murah namun, plastik juga beresiko mencemari lingkungan, dan bahkan tubuh kita.

Kalo kita membeli sebuah minuman spt Botol Aqua, C1000 atau lainnya, coba perhatikan gambar segitiga di pantat/bawah botol tsb. Semua kode itu ada maksudnya lho, apa saja artinya:
  1. Kode 1, PETE atau PET (polyethylene terephthalate) bentuknya jernih/tembus pandang dipakai dihampir semua botol minuman spt aqua, c1000, dsb. Botol-botol ini harus pakai sekali saja. Jangan dipakai lama-lama atau menuangkan air hangat/panas karena akan meleyot.

Bungkus dengan Wadah makanan dan minuman !


Selain sebagai tempat rekreasi pada saat weekend, Bandung adalah kota pelajar terbesar di Indonesia. Saya tidak tahu persis jumlahnya. Menurut Rektor ITB saat sidang penerimaan mahasiswa baru, Jumlah mhs dari semester awal s.d akhir untuk S1,S2,S3 berjumlah sekitar 15ribu. Padahal ITB masih belum seberapa dibanding UNPAD dan UPI (Eks IKIP).

Belum lagi kampus swasta, kampus milik departemen pemerintah dan BUMN tertentu seperti STTS Depsos, STPDN, Poltek PT. POS, Polman Negeri Bandung, dsb. Saya perkirakan sekitar 200 ribu. Selain itu, lulusan2 yg seharusnya kembali ke kampung halaman, malah menetap di Bandung untuk mencari pekerjaan sehingga menurut survey, Bandung saat ini penduduknya terbesar No.3 setelah Jakarta dan Surabaya mengalahkan Medan (Lihat di Wikipedia atau Kaskus).

Bahaya Sampah Plastik


Berturut-turut tahun 2006 dan 2008, pemerintah memberikan penghargaan kepada Bandung sebagai kota metropolitan terkotor. Ketika saya membaca sebuah milist, seorang wanita warga Bandung berkomentar: "Ini sebenarnya ulah warga Jakarta yang datang ke Bandung untuk shopping atau sekedar jajan2, wisata kuliner lalu ninggalin sampah yg menumpuk".

Saya sendiri menyimpulkan kalo majunya suatu perekonomian di suatu kabupaten atau kota di Indonesia, selalu sejalan dengan meningkatnya sampah di daerah tsb.