Kamis, 16 Juli 2009

Jangan memanfaatkan Teman

(Sumber: LauriePuhn.com) Sebagai makhluk sosial, kita semua terkadang memerlukan bantuan. Tetapi ketika anda meminta bantuan pada waktu dan situasi yg salah, anda beresiko dianggap sebagai orang yg memanfaatkan orang lain atau menciptakan kekesalan bagi orang lain. Cobalah simak cerita singkat di bawah ini.

Suatu senja saat makan malam di sore hari, suami Melisa berkata bahwa sudah saatnya membeli sofa baru bergaya Italy untuk ruang tengah mereka. Melisa setuju karena kain penutup sofa mereka sudah banyak yg robek-robek. Suaminya menyarankan menghubungi Jaime karena dia adalah mantan tetangga yg bekerja di pabrik furnitur. Melisa setuju dan berpendapat bahwa ini adalah kesempatan bagus untuk menghubungi Jaime kembali karena mereka sudah lama hilang kontak sejak Jaime pindah setaun yang lalu. Setelah selesai makan dan membereskan meja, Melisa menelpon Jaime.

Jaime menjawab "Hai Melissa, Senang sekali mendengar suara kamu lagi, Ada apa menelponku?", Melisa jawab, "Aku menelpon untuk menanyakan keadaanmu, Bagaimana kabarmu?", "Baik-baik saja,", kata Jaime. "Anak-anak juga sehat dan aku baru diangkat sebagai wakil presiden di perusahaan furnitur, Kamu dan keluarga bagaimana?" Melisa berkata, "Semua baik-baik saja, tetapi aku sebenarnya lagi berpikir apa bisa aku membeli sofa kulit melaluimu supaya bs dapat diskon?"

Jaime terdiam sesaat. Dia melihat situasi tersebut apa adanya. Dia menyakini kalau Melisa menelponnya dengan menanyakan kabarnya hanya sekedar basa-basi dan tujuan sebenarnya adalah menanyakan diskon sofa. Jaime berpikir, "Aku sebenarnya senang bertemu Melisa lagi, Aku sebenarnya juga harus menelpon dia juga. Tetapi kalau Melisa menelpon aku sekarang, setelah sekian lama, hanya untuk menanyakan diskon untuk sebuah sofa? aku kecewa dan tersinggung. Berani sekali dia! Aku tidak suka dia mencoba memanfaatkanku."

Walaupun Jaime tahu kalau dia bisa dengan mudah melakukan itu untuk Melisa, dia tidak akan melakukan itu karena dia marah dan Melisa belum berhak melakukan itu. Jaime tidak ingin bersikap kasar dan berkata "Tentu saja tidak bisa", jadi dia memutuskan untuk memberikan jawaban yg samar.

"Aku tidak bisa bantu kamu dalam hal itu karena perusahaan punya peraturan ketat mengenai itu." kata Jaime melanjutkan. "Oooh" kata Melisa, "Kalau tidak salah kamu dulu bilang bisa dapat diskon" kata Melisa lagi.

"Itu dulu, Kebijakan perusahaan sudah berubah sejak terakhir kali kita bertemu. Aku tidak bisa mendapatkan diskon itu lagi, kecuali untuk keluarga dekat. Maap ya, sudah malam, aku harus menidurkan anak-anakku, kita ngobrol lagi kapan-kapan", jawab Jaime berusaha menghindar dan mengakhiri percakapan dengan alasan ini-itu.

Pembicaraan berakhir dan Melisa kecewa dengan sikap Jaime yg tidak bersahabat dan tidak mau membantunya. Melisa berkata kepada dirinya, "Ini buktinya kalau orang lain ternyata hanya memikirkan diri sendiri".


Apa yg terjadi disini? Melisa SALAH MEMBACA SITUASI. Persahabatan adalah hubungan dua arah. Melisa terlalu dini untuk meminta/menuntut sesuatu dari teman, apalagi sudah lama tidak bertemu. Jangan lupa menjaga hubungan. TUNJUKKAN MINAT ANDA KEPADA ORANG LAIN KETIKA ANDA SEDANG TIDAK MEMBUTUHKAN MEREKA. Jangan hanya menelpon atau bertemu kalau ada maunya saja. Coba sekali-kali datangi mereka dengan membawa oleh-oleh seperti buah-buahan/makanan atau telepon dengan menanyakan kabar saat anda tidak membutuhkan mereka. Jadikan orang-orang disekitar kita sebagai TEMAN bukan SUMBER/ALAT untuk tercapainya tujuan anda semata.

Senin, 13 Juli 2009

Percakapan yg tidak sehat

(Sumber: LauriePuhn.com) Tidak sulit melihat orang yg mementingkan diri sendiri karena mereka biasanya selalu berbicara mengenai diri mereka sendiri dan apa yg terjadi tentang diri mereka. Orang spt itu tidak akan bertanya kepada anda bagaimana kabar anda. Seakan-akan dia berada di atas panggung membawakan sebuah monolog dan anda adalah penontonnya. Dia berbicara PADA anda tetapi bukan DENGAN anda. Anda dengan cepat kehilangan minat dan ingin segera melarikan diri.

Mengapa hal itu terjadi? Sederhana sekali, karena anda terlibat di dalam sebuah percakapan yg tidak seimbang dan berat sebelah dimana hanya ada satu orang berbicara, sementara yg lain mendengar.

Kata-kata yg kita ucapkan menunjukan siapa diri kita sebenarnya, dengan percakapan berat sebelah sebenarnya secara implicit membujuk orang lain untuk berhenti mendengarkan kita dan bahkan membenci kita. Berikut ini saya beri contoh komunikasi berat sebelah.

Senin, pukul setengah satu siang. Nancy dan Veronica, 2 orang yg bekerja di tempat yg sama, berjalan untuk makan di sebuah kafe. Mereka tidak sering bertemu karena bekerja di lantai yg berbeda. Veronica merasa senang bs keluar dari kantor sebentar krn tidak tahan berada di dekat bosnya. Bosnya adalah seorang perfecsionis dan jarang puas dg pekerjaannya. Setelah menahan diri selama setahun, Veronica berencana inilah saatnya untuk mengundurkan diri dan mencari pekerjaan baru. Veronica ingin mendengarkan saran dari Nancy mengenai apa yg akan dia lakukan karena Nancy sudah bekerja lebih lama di perusahaan itu.

Ketika mereka duduk dan membuka bungkus sandwich, Veronica bertanya, "Nancy, bagaimana akhir pekanmu ?" Sangat menarik! Suamiku dan anak2 naik kereta api dari New york ke Philadelphia mengunjungi orang tuaku." Veronica tertarik untuk mendengar lebih banyak lagi mengenai perjalanan itu.

Dia bertanya, "Kamu menginap?", "Ya, kami menginap hari Jumat dan Sabtu malam. Orang tuaku senang kami datang. Mereka sangat menikmati kunjungan anak-anakku dan tentu saja anak2-ku juga senang dengan perhatian yg mereka dapatkan dari kakek dan neneknya. Aku dan Joe senang karena kami bisa berduaan sepanjang hari sabtu karena kedua orang tuaku yg mengurus anak-anak.", "Oh, bagus lah", kata Veronica yg menunggu Nancy berhenti bicara sehingga dia bisa mengalihkan pembicaraan kepada masalahnya tentang bosnya.

Tetapi Nanci tidak memberi kesempatan kepada Veronica. Ketika Nancy terus bicara, Veronica terus menganggukan kepalanya, tanpa mendengar apa yg Nancy katakan. Jam terus berjalan dan Veronica semakin kesal dengan Nancy karena memonopoli percakapan tersebut. Veronica berpikir, "Kita sudah hampir selesai makan siang dan Nancy belum bertanya mengenai akhir pekanku atau hal lainnya."

Akhirnya, Veronica memotong Nancy dan berkata, "Maaf aku potong, aku ingin bicara sesuatu denganmu.", "Oh okay," jawab Nancy kaget karena omongannya dipotong, "Tapi ak ga punya waktu banyak ya. Aku ingin segera kembali ke kantor krn minggu lalu aku pulang cepat." Veronica tidak suka didesak, tetapi dia sangat menginginkan saran dari Nancy, jd dia mulai bercerita mengenai masalahnya dengan bosnya itu dan apa yg terjadi tadi pagi.

Ketika Veronica berbicara, Nancy terus melirik jam tangannya dan mulai mengumpulkan sampah di atas meja, dari bahasa tubuhnya seperti kurang tertarik dengan pembicaraan Veronica. Kemudian dia berkata, "Veronica, maap ya, ak ga punya waktu lagi, Gimana klo besok kita makan siang bersama lagi dan membicarakan masalahmu.", "Baiklah", jawab Veronica yg saat itu sudah sangat kesal sehingga tidak ada keinginan untuk makan siang bersama Nancy keesokan harinya.

Mereka bangkit dari meja, membuang sampah dan berjalan kembali ke kantor. Nancy merasa segar kembali dan gembira, dan Nancy tidak merasa bersalah karena pada awalnya Veronica-lah yg bertanya ke dia tentang akhir pekan-Nya. Veronica sebaliknya, dia merasa frustasi dan marah karena Nancy telah memonopoli pembicaraan seenaknya.

Jika anda terlibat percakapan, periksa secara periodik apakah Anda berbicara terlalu banyak dengan bertanya ke lawan bicara dan mendengar jawabannya. (Sumber: www.LauriePuhn.com)

Senin, 27 April 2009

Nabi Yahya (Yohanes Pembaptis)

Assalamu Alaikum Sudah lama ga ngeblog, krn ada waktu sebentar, sy mo crita salah satu Nabi yang namanya sedikit disebut di Al Qur'an, tidak sebanding dengan kisah-kisah Nabi lain seperti Nabi Muhammad, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa. Namun begitu, Ada hal spesial dari Nabi Yahya, kebiasaan berkhalwat/menyendiri untuk berzikir (mengingat Allah) dan zuhud/sederhana. Nabi Yahya disimbolkan sebagai seorang pertapa mengenakan pakaian dari bulu domba yang sedang berkhotbah dan bersanding dengan seekor domba.

Yaitu Nabi Yahya, orang kristen bilang Yohanes Pembaptis (John The Baptis). Beliau masih saudara sepupu dengan Nabi Isa dari pihak Ibu. Ibu Nabi Yahya bernama Elisabet, sedang Ibu Nabi Isa bernama Maryam (Maria). Beliau menerima pertobatan orang dengan memandikannya di sungai Jordan yang ritual itu disebut Membaptis. Sy mo memberikan kisah kelahiran Nabi Yahya/ Yohanes Pembaptis dari referensi di Al-Qur'an maupun Injil Lukas. Berikut kisahnya Kelahirannya.

AL-QUR'AN:
  • 3:38.Di sanalah Zakariya berdo'a kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do'a".
  • 3:39. Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): "Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi panutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh".
  • 3:40. Zakariya berkata: "Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak sedang aku telah sangat tua dan isteriku pun seorang yang mandul?". Berfirman Allah: "Demikianlah, Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya".
  • 3:41. Berkata Zakariya: "Berilah aku suatu tanda (bahwa isteriku telah mengandung)". Allah berfirman: "Tandanya bagimu, kamu tidak dapat berkata-kata dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Dan sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyak-banyaknya serta bertasbihlah di waktu petang dan pagi hari".

INJIL LUKAS:
  • 1:5. Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet.
  • 1:6 Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.
  • 1:7 Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.
  • 1:8 Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan.
  • 1:9 Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ.
  • 1:10 Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan.
  • 1:11 Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan.
  • 1:12 Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut.
  • 1:13 Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.
  • 1:14 Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu.
  • 1:15 Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;
  • 1:16 ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka,
  • 1:17 dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya."
  • 1:18 Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya."
  • 1:19 Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.
  • 1:20 Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya."
  • 1:21 Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci.
  • 1:22 Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu.

Pada referensi tersebut hanya ada satu perbedaan, yaitu waktu bisu dari Nabi Zakaria. Di Al Qur'an hanya 3 hari, sedang di Injil Lukas dari mulai berita dari malaikat Gabriel datang, istrinya hamil, melahirkan, sampai Yohanes di sunat (umur 8 hari).

Asal Mula Kelahiran kelahiran Nabi Yahya sebenarnya bermula dari sedihnya Nabi Zakaria karena khawatir bahwa bila ia meninggal tanpa seorang pengganti, kaumnya akan kehilangan pemimpin teladan dan akan kembali kepada cara-cara hidup mereka yang penuh dengan kemaksiatan dan bahkan mungkin akan mengubah syariat Nabi Musa dengan menambah atau mengurangi isi kitab Taurat sekehendak hati mereka.

Nabi Muhammad SAW pernah MEMUJI Nabi Yahya. Pada suatu hari, beliau mendapati sahabat2-nya sedang menyebut-nyebut keutamaan para nabi. Ada yang mengatakan, Nabi Musa karena bisa bicara langsung oleh Allah SWT tanpa perantaraan Malaikat Jibril. Ada yang mengatakan Isa/Jesus (tiupan ruh Allah SWT). Dan ada juga yang mengatakan, Ibrahim/Abraham khalilullah (seorang kekasih Allah SWT).

Lalu Rasulullah saw menemui mereka. Ketika Rasul saw mendapati mereka tidak menyebut nama Nabi Yahya, beliau berkata: "Di manakah putra seorang syahid yang mendapatkan banyak penderitaan, yang memakan pohon karena takut dosa, di manakah Yahya bin Zakaria."

Sedangkan Allah MENDOAKAN melalui Al Quran surah Maryam 19:15 "Kesejahteraan atas dirinya ( maksudnya Nabi Yahya) pada hari ia dilahirkan, pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.

Nabi Yahya pada masanya adalah seorang Nabi yang sangat ditaati oleh umatnya karena kesalehannya dan mampu memberi teladan yang baik di masyarakat. Nabi Yahya adalah salah satu nabi yang wafat karena dibunuh saat memberikan fatwa yang bertentangan dengan kehendak Raja pada zamannya. Perjuangan Nabi Yahya dilanjutkan oleh Nabi Isa yang berdakwah untuk umatnya, yaitu bangsa Yahudi/Israel.

Kamis, 19 Maret 2009

My Sweet Home

Saya  beli rumah di Bekasi, karena budget-nya memang bs belinya di sini. Bekasi kotanya panas. Mirip Surabaya barat tempat aku kecil dulu. Lokasi rumah gua di sekitar Bulak Kapal Bekasi Timur yg jd jalur utama bis-bis kalau mau ke Jakarta (cawang, senen, tanah abang, blok m, grogol, Mangga2 kota, kalideres, tangerang, BSD), juga antar kota spt (bogor, bandung, sukabumi). Jadi sini strategis skali. Rumah gw kira2 1 km dari sini.


Meskipun dekat dan strategis, lingkungan rumah tetap nyaman dan asri. Lingkungan sosialnya juga, warga di sini cukup mengakrabkan diri. Saya yang termasuk bendahara RT disini cukup bnyk kenal warga2 baru dari RT 10, 11, 12. Kalau RT 13 dan 14 mereka sibuk, maklum rumahnya gede2. Rumahku lumayan strategis, karena di depannya ada tanah luas untuk taman dan juga mushola. Kegiatan DKM disini berjalan, aku sendiri sering ikut2 bantu kegiatan meski bukan pengurus, termasuk ngepel mushola kalo lg nganggur. Kalau azhar dipakai tempat TPA. Tahun depan bakal ada TK disini, jadi makin ramai aja.

Rumah2 di sini arsitekturnya minimalis, rumah di samping ini, rumah tetangga gw yg cukup akrab. Pak Karta. Warga di sini juga rajin sholat, termasuk sholat subuh. Di Al Qur'an dijelaskan "Sekiranya penduduk negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan keberkahan dari langit dan bumi, ..." (Al A'raf 7: 96). Begitulah rumah kami, semoga Allah memberkatinya, Amin.