Kamis, 12 Februari 2009

Vigenere Cipher


Vigenere Cipher adalah salah satu bentuk lain dari sekian banyak enkripsi bertipe polyalphabetic. Metode ini awalnya ditemukan oleh by Giovan Battista Bellaso dalam bukunya La cifra del. Sig. Giovan Battista Bellaso. pada tahun 1553. Namun sering kali orang-orang pada abad ke-19 menyebutnya sebagai Vigenere Cipher karena Blaise de Vigènere  yang mempublikasikan pada abad 16 (tahun 1586). Beliau adalah seorang diplomat Perancis sekaligus seorang kriptologis (ahli keamanan data).

Perang sipil di Amerika Serikat juga membawa sejarah penggunaan Vigenère cipher. Vigenère cipher digunakan oleh Pasukan Konfederasi dalam bentuk brass cipher disk. Pesan enkripsi itu ternyata tidak aman, karena berkali-kali Tentara Union berhasil meng-hack pesan cipher text.

Rabu, 11 Februari 2009

PolyAlphabetic Cipher


Leon Battista Alberti, sekitar 1467 diyakini sebagai pencipta cipher polyalphabetic pertama di era Renaissance. Alberti menggunakan alfabet campuran untuk mengenkripsi pesan, Untuk penyandian ini Alberti menggunakan perangkat dekoder yaitu cipher disk, yang menerapkan substitusi polyalphabetic dengan huruf campuran. 

Polyalphabetic cipher (cipher abjad majemuk) menggunakan sejumlah monoa lphabetic cipher. Kebanyakan penerapan polyalphabetic cipher adalah mengulang kunci mono alphabetic selama n periode. n periode =  panjang plain text / panjang kunci. Untuk lebih jelasnya perhatikan penjelasan di bawah ini

P : BOBOLJAMSATU
K : KEYKEY
KEYKEY
 
C : LS.......

Senin, 09 Februari 2009

Monoalphabetic Cipher


Monoalphabetic Cipher (Cipher abjad tunggal) adalah enkripsi metode subtitusi yang memetakan tiap-tiap abjad dengan abjad lain secara random, bukan metode pergeseran seperti Caesar cipher. Misal A -> D, B -> I, C -> Q dan seterusnya.Enkripsi ini adalah metode enkripsi kedua termudah setelah Caesar cipher.


Terbilang Kwitansi (Angka ke Kalimat Bahasa Inggris)

Untuk konversi angka ke kalimat bahasa Inggris, aturan yang digunakan sedikit berbeda. Perbedaan tersebut antara lain:



Pada angka belasan (11, 12, 13, 14, ...), kalimat berbunyi  "Eleven, Twelve, Thirteen, Forthteen, dst". Terlihat bahwa bunyi untuk angka 11 dan 12 sedikit berbeda, namun untuk bunyi 13 sampai 19, diberikan akhiran "teen".

Sabtu, 07 Februari 2009

Caesar Cipher


Caesar cipher adalah enkripsi berbasis karakter  paling sederhana dengan metode pertukaran atau subtitusi, dimana tiap 1 karakter diganti dengan karakter yang berada di n digit sebelah kanan atau kirinya, tergantung arah pergeserannya. Caesar cipher adalah dasar enkripsi yang sangat baik untuk dipahami sebelum membahas enkripsi berbasis karakter lainnya yang lebih rumit. Perhatikan Caesar Wheel (Roda Kaisar).

Setiap abjad diasosiasikan dengan angka, misal: A = 0, B = 1, …, Z = 25, maka secara matematis caesar cipher dirumuskan sebagai berikut:



Enkripsi: Ci = E(Pi) = (Pi + n) mod 26
Dekripsi: Pi = D(Pi) = (Ci - n) mod 26

dimana :
Ci : Karakter hasil enkripsi (cipher character) ke-i
Pi : Karakter pesan asli (plain character) ke-i
n : Jumlah pergeseran karakter sebanyak n digit.

Kamis, 05 Februari 2009

Enkripsi Transposisi (Permutasi)

 Terdapat 2 metode enkripsi berbasis karakter, yaitu :
  1. Metode Subtitusi seperti Caesar cipher, Monoalphabetic Cipher, Homofonik Cipher, Polyalphabetic Cipher (misal: Vigenere Cipher), Polygram Cipher (misal: Playfair Cipher) dan beberapa metode lainnya.
  2. Metode Transposisi adalah metode yang enkripsi dengan menyusun plain text pada matrix secara baris, lalu dari hasil susunan tersebut menghasilkan sebuah cipher text dengan mengambil rangkaian karakter secara kolom. Metode Transposisi juga disebut metode Permutasi.

Palindrom Tester


Palindrom adalah sebuah sebuah kata atau frase yang berbunyi sama, saat dibaca normal maupun terbalik. Di kota Malang saat penulis pernah tinggal di sana 3 tahun, sering menggunakan kata dengan dibaca terbalik. Contoh MALANG menjadi NGALAM.


Senin, 02 Februari 2009

Konversi Angka Arabic ke Romawi

Konversi ke angka romawi adalah program komputer untuk mengkonversi angka berformat standar (arabic), antara 1 sampai 3999 menjadi berformat Romawi.

Untuk angka dari 1 sampai 10 yang sudah biasa anda perhatikan seperti I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X. Sedangkan simbol angka romawi yang ada adalah I (= 1), V (= 5), X (= 10), L (= 50), C (= 100), D (= 500), and M (= 1000).

Minggu, 01 Februari 2009

Terbilang Kwitansi (Angka ke Kalimat)

Kalo anda perhatikan kwitansi, seringkali ada tulisan kalimat berupa jumlah rupiah sebagai bukti.pembayaran. Penggunakan kalimat pada jumlah rupiah untuk meminimasi kecurangan karena jika hanya menggunakan tulisan angka saja, maka sangat mudah sekali diganti, sebagai contoh angka 3 bisa diganti dengan 8 dengan menambahkan dua lekukan di sebelah kiri. Begitu juga angka 1 bisa diganti angka 7, dan seterusnya.



Aturan konversi agak komplek karena ada pengecualian untuk angka Belasan (11, 12, 1x, dst). Jika angka 12 harus terbilang "Dua Belas", bukan "Sepuluh Dua" atau "Satu Puluh Dua".