Sebagai makhluk sosial, tentunya kita sering beinteraksi dengan
sesama. Agama dan budaya di manapun selalu menganjurkan kita untuk
saling tolong-menolong. Statemen ini menurut saya masih terlalu normatif
karena meminta tolong juga harus memperhatikan etika dan situasi,
jangan sampai kita mereportkan orang lain, terlebih sahabat. Jika
sahabat selalu direpotkan untuk hal-hal sepele yang seharusnya bisa
dilakukan sendiri, mungkin sahabat kita akan menjauh perlahan-lahan.
Kapan saat yang tepat untuk meminta tolong?
Mintalah tolong ketika anda atau keluarga sakit keras/kecelakaan
sehingga memerlukan bantuan baik biaya, tenaga. Atau ketika atap bocor
saat musim hujan sehingga perlu renovasi segera. Juga meminta tolong
jika makan dalam sehari cuma 1 kali. Kalo anda masih bisa makan 2x dalam
sehari, seharusnya sudah cukup, karena saya pun pernah mengalami spt
ini.
Sering kali saya temui teman2 ingin meminjam untuk hal-hal yang ga
penting, mulai pinjam buat renovasi rumah spt pasang pagar baru, ngecat
rumah krn dekat lebaran, aneh2 deh pokoknya. Saya juga pengalaman ada
ibu tetangga sering berhutang ke saya, awalnya saya kasih, lalu
berhutang lagi, dan lagi. Ternyata saya tanya buat bayar arisanlah dan
ini dan itu. Rejeki setiap orang berbeda, cobalah nikmati dulu yg ada.
Kalo alat-alat tsb rutin dipakai paling tidak 1 minggu sekali
maka lebih baik beli, apalagi bila harganya murah. Contohnya jd
mahasiswa, bawalah ballpoint jangan minjam melulu.
3) Jangan sering meminta tolong untuk hal-hal yang sepele.
Nitip bungkus makan. memang sederhana tapi kalo nitip tiap hari, teman
kita kan bukan OB yang selalu disuruh2? Kecuali kalo teman anda yang
nawarin duluan, "Mau nitip ga?" ini gpp, justru merupakan sinyal, kalo
dia ingin bersahabat dengan anda.

