Jumat, 18 Februari 2011

Pohon Peneduh halaman rumah

Banyak penduduk Indonesia saat ini berdomisili di perkotaan atau perumahaan pinggiran kota seperti di Bekasi, Tangerang, Gresik, Sidorjo dan Cikarang dengan suhu udara yang sangat panas. Dengan semakin banyaknya urbanisasi ke perkotaan, maka rumah menjadi semakin mahal dan berukuran kecil.

Udara yang panas bisa diatasi dengan memasang AC, namun AC tidak selamanya bagus, karena meskipun dingin, udara yang dihembuskan kering dengan kelembaban rendah sehingga kulit menjadi kering dan lebih cepat keriput. Yang perlu dilakukan adalah menanam pohon peneduh yang rindang, bukan pohon hias yang tumbuh ramping seperti pohon palem, karena pohon peneduh dapat menciptakan suasana lingkungan perumahan yang asri dan sejuk, menenangkan dan membuat anda betah tinggal di rumah


Informasi yang saya peroleh dari berbagai sumber, terdapat kriteria-kriteria dalam memilih jenis pohon peneduh untuk halaman rumah, yaitu:
  1. Penyerap gas CO2, Timbal serta menghasilkan Oksigen.
  2. Tinggi pohon lebih dari 3 meter, namun tidak lebih dari 12 meter. Perumahan-perumahan saat ini, biasanya menyediakan halaman untuk area tanaman dengan lebar 3x3 meter.
  3. Rimbun dengan kerapatan daun yang bisa menutupi sinar matahari.
  4. Tajuk luas atau mampu menutupi area yang luas.
  5. Perawatan mudah.
  6. Pertumbuhan agak cepat, namun tetap saja harus menunggu sekitar 3 tahun.
  7. Daun tidak mudah rontok.
  8. Ranting tidak mudah patah bila tertiup angin kencang.
  9. Ranting atau cabang tidak berukuran terlalu besar, karena berbahaya bila tumbang  dan menimpa orang yang ada di bawahnya atau genteng rumah.
  10. Akar kuat menghujam ke dalam tanah sehingga pohon tidak mudah tumbang bila tertiup angin kencang.
  11. Akar tidak timbul ke permukaan sehingga merusak lantai dan tembok rumah atau trotoar.
  12. Serbuk sarinya tidak bersifat alergi bagi penderita asma.
  13. Disukai burung-burung.

Dari hasil perbandingan dan pengalaman mengamati pohon di halaman dan komplek perumahan, maka pohon yang sesuai untuk halaman perumahan dengan luas 3x3 meter adalah

1. Pohon Tanjung (gambar di atas), meskipun batang yang tidak terlalu besar dan belum terlalu tinggi,  namun sangat rindang dengan tajuk luas dan tumbuh secara simetris. Daun tidak mudah rontok, Ranting tidak terlalu besar dan tidak mudah patah. Pohon ini bisa mencapai tinggi 15 meter (data wikipedia), meskipun sangat jarang ditemui. Penulis pernah melihat pohon Tanjung yang sudah sangat besar di pintu utara / belakang ITB, jalan Dayang Sumbi, namun untuk bisa mencapai sebesar itu, pemiliknya mungkin sudah menjadi buyut, kebanyakan penulis menjumpai pohon ini setinggi 4-10 meter saja dan bertajuk lebar, berbeda dengan pohon angsana, mahoni, beringin yang bisa mencapai tinggi 30-40 meter, jadi sangat sesuai ditanam di halaman perumahan yang kecil.


2. Pohon Kiara Payung yang mempunyai nama ilmiah Fellicium Decipiens, adalah pohon tropis yang berasal dari Afrika Timur dan India Selatan. Meskipun tergolong pohon tropis, orang-orang di luar negeri biasa menyebutnya sebagai Japanese Fern Tree. Pohon ini sangat saya rekomendasikan sebagai pohon peneduh di halaman rumah karena
  • Pohon ini sangat rindang dan bertajuk sangat luas, bahkan mengalahkan pohon-pohon lainnya.
  • Pohon ini paling tinggi hanya 30-35 feet / 11 meter saja (data di internet), namun penulis sering menemui pohon ini hanya setinggi 4-8 meter.
  • Ranting atau cabang pohon tidak terlalu besar. Ranting yang terlalu besar sangat berbahaya jika tumbang tertiup angin kencang. Sekedar info saja, cabang pohon yang besar tidak menjamin kekuatannya dalam menopang ranting-ranting kecil dan daun, terutama saat bertiup angin kencang.
  • Batang utama pohon tidak terlalu besar seperti Pohon Tanjung dan Pohon Mangga.
  • Kemampuannya dalam menyerap gas CO2 (riset Endes N. Dahlan) berada diurutan ke-5 di bawah pohon Trembesi, Cassia, Kenanga, Pingku dan Beringin. Sedangkan pohon-pohon lain yang banyak di tanam di jalan seperti Pohon Mahoni ada di urutan ke-8, Pohon Johar ke-13, Pohon Akasia ke-18, Pohon Tanjung ke-19 serta Pohon Angkasa ke-25.
  • Pertumbuhan daun dari pohon Kiara Patung berbentuk bulat dan simetris secara otomatis tanpa perlu pemangkasan seperti jenis tanaman pagar teh-tehan. Tanaman pagar teh-tehan harus anda pangkas agar pertumbuhannya simetris dan teratur seperti halnya rambut anda.
  • Sangat indah dari aspek estetika, sehingga desainer lanskap taman merekomendasikan pohon Kiara Payung sebagai pohon peneduh di beberapa hotel-hotel, bersama-sama pohon tanjung dan pohon sawo kecik.  
Pohon kiara payung tidak pernah penulis temukan di Jakarta Utara maupun di sepanjang perjalanan tol Bekasi Timur sampai Cawang, begitu juga sepanjang perjalanan tol Bekasi Timur sampai pintu tol Kopo Bandung. Penulis hanya melihat satu pohon Kiara Payung sebelum masuk pintu tol Bekasi Timur. Pohon ini ternyata banyak penulis jumpai di kota Bandung, seperti di terminal Leuwi Panjang, sebagian jalan Dago (tidak banyak), sedangkan di ITB hanya dijumpai di sekitar fakultas SBM (Sekolah Bisnis Manajemen) ITB.

3. Pohon Mangga, Pohon ini paling banyak ditanam di komplek perumahan saya karena dapat tumbuh dengan cepat, rimbun, buah bisa dimakan, akar ke dalam tanah, tidak kepermukaan yang dapat merusak lantai dan tembok. Pohon ini umumnya mempunyai tinggi 4-10 meter  karena ditanam dari cangkokan bukan dari biji. Sebenarnya pohon ini bisa tinggi 10-40 meter dengan lebar batang yang cukup besar. Pada saat pertumbuhan, perlu bagi anda untuk memangkas beberapa ranting karena pertumbuhan mereka tidak simetris dan perlu diatur. Beberapa jenis pohon mangga seperti harum manis memiliki sedikit ranting-ranting kecil (kurang rimbun), karena cabangnya sedikit namun tumbuh terus sehingga kadang pertumbuhan cabang melengkung dan turun ke bawah karena tidak kuat menahan beban, apalagi saat berbuah. Usahakan memilih jenis pohon mangga lain seperti indramayu, manalagi atau lainnya. (Pengalaman pribadi).


4. Pohon Jambu air (Syzygium aquenum) atau orang barat biasa menyebutnya sebagai Water Apple. Pohon Jambu adalah pohon spesies asli Asia Tenggara. Pohon ini adalah pilihan kedua saya setelah pohon Kiara Payung sebagai tanaman peneduh di halaman rumah anda. Pohon perdu ini memiliki persyaratan yang baik, yaitu:
  • Tinggi pohon maksimal hanya 12 meter, namun sering dijumpai sekitar 4-10 meter.
  • Batang utama tidak terlalu besar, tidak sebesar pohon mangga.
  • Bertajuk lebat dan pertumbuhannya cepat seperti pohon Mangga sedangkan pohon Kiara payung dan Pohon Tanjung pertumbuhannya agak lambat.
  • Bunga disukai kupu2 sehingga banyak ulat pada pohon. Banyaknya ulat juga mengundang burung-burung untuk datang. Menurut saya burung lebih suka pohon jambu daripada pohon mangga karena lebih sering membuat sarang di pohon ini.
Spesies jambu air sebenarnya banyak dan kadang sulit dibedakan. Contoh spesies yang mirip namun berbeda adalah Jambu air Semarang (Syzygium Samarangense) dan Jambu Bol (Syzygium Malaccense). Jambu biji dan Jambu mede bukan dari genus yang sama dengan Jambu air  karena bentuk terlihat dari bentuk daunnya yang berbeda. Jambu biji juga tidak berdaun lebat seperti jambu air sehingga tidak cocok ditanam sebagai pohon peneduh perumahan.

Saat membeli pohon, perhatikan hal berikut ini:
  1. Pilih pohon yang berukuran agak besar, meskipun mahal tidak apa-apa, karena menunggu pohon tumbuh 50 cm pada masa awal pertumbuhan akan sangat lama sekali.
  2. Pilih pohon yang sehat, tidak terdapat hama atau jamur yang melekat pada daun atau ranting. Pohon jambu air sangat rentan terhadap serangan hama terutama ulat karena ulat sangat menyukai cita rasa "daun" pohon Jambu.
  3. Pilih pohon dengan tunas bagian atas tidak terpotong. Kalau dalam kondisi terpotong, kemungkinan tunas baru akan tumbuh bercabang dan kesamping.
  4. Untuk peneduh, disarankan memilih pohon berasal dari biji, bukan cangkok. Kalau dari cangkokan, pohon akan buru-buru berbuah sehingga pertumbuhannya tidak maksimal (tidak terlalu tinggi).
  5. Jangan memangkas ranting atau daun pada pohon saat usia pohon masih terlalu muda karena daun yang lebat akan mempercepat proses fotosintesis dan pertumbuhan pohon, baik tumbuh ke samping maupun ke atas. Pangkaslah pohon bagian bawah bila pohon sudah mencapai tinggi 3 meter agar pohon menjadi semakin tinggi. 
Dengan menanam pohon di rumah, maka kita telah berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih asri dan sejuk, mengurangi polusi dan gas rumah kaca, serta menyimpan cadangan air tanah. 

31 komentar:

Nina mengatakan...

Pak Ahmad Yth
Kalo pohon yang disukai makhluk halus pohon apa saja ya pak? Terutama pohon buah ya pak..

Ahmad Juniar mengatakan...

Saya tidak tahu. Kata tulisan di teknik arsitektur yang saya baca, yaitu Pohon sawo bludru, Pohon aren. Ini-pun berdasarkan data statistik dari cerita orang-orang tua kita dulu.

Anonim mengatakan...

Saya paling benci kalau di jalan-jalan terutama jalan raya penghijauannya pake pohon palem. Kota jadi panas n tidak teduh. Dan sampai sekarang para arsitek atau kota-kota lagi ikut-ikutan latah menanam pohon palm utk penghijauan. Mbokya tanam pohon beringin atau trembesi atau mahoni gitu lho biar adem n bisa buat neduh. Kalo pohon palem tetep aja panas. Apa sih alasannya menanam pohon palem? Apa sekedar ikut-ikutan tren tanpa tahu permasalahannya??

Anonim mengatakan...

Ada gak sih yg bisa memberikan informasi nama pohon peneduh jalan yang batangnya lurus - bisa setinggi tiang telepon - daunnya panjang-panjang bertepi gerigi - dg daun-daun bisa menutupi seluruh batang seperti payung yg sdg menguncup...
Terima kasih atas informasinya.

vanoarchitect mengatakan...

wah, thx banget infonya, pas lagibutuh info buat referensi jenis pohon peneduh untuk taman....thx

Muhammad Adi Riswan Al Mubarak mengatakan...

sangat bermanfaat, kebetulan saya cari info pohon apa yang bagus buat rumah baru saya... silakan berkunjung di http://tagayanhijau.blogspot.com. follow balik ya mas.. terima kasih..

Ahmad Juniar mengatakan...

siap, sy liat baru blognya skrng, maap, jarang2 ol skrng, lagi sibuk.

Anonim mengatakan...

Pak Ahmad, sangat menarik ulasannya. Utk. Kiara Payung di jakarta selatan bisa dibeli dimana ya? kisaran harga sampai berapa (utk. yg ukuran cukup besar dan sudah jadi)?...trims

Ahmad Juniar mengatakan...

Sore pak,

Saya pernah jalan disepanjang kali di bekasi timur yg biasa jualan pohon2, namun tidak saya temukan. Mngkn bisa beli online di

http://www.sabrinaflora.com/?con=sh_profile_tnm&&kode_tnm=TNM53

Kalo harganya saya lupa, di Bogor dijual 90 sd 150 ribu pak. Semoga membantu

Ahmad Juniar mengatakan...

Maap kehapus. Replay lagi 28 Juni 2011,
1. Pak Vano, Setau saya di perkantoran pemerintah dan hotel, pohon Tanjung, Sawo kecik, Kiara Payung (Japanese Fern Tree) ini banyak di tanam. Contohnya hotel Sultan di Senayan banyak pohon Tanjung.

2. Pak, kalo pohon yg batang lurus dan daunnya bergerigi panjang dan menutupi batang pohon itu namanya pohon Glodokan Tiang, ada 2 versi: Glodokan biasa yang melebar dan Glodokan Tiang.

Contoh Glodokan Tiang bisa dilihat di pintu tol jati bening atau liat gambarnya di google search atau http://www.sabrinaflora.com/?con=sh_profile_tnm&&kode_tnm=TNM39 Semoga bermanfaat.

A. Juniar

-ephiee- mengatakan...

pak apakah akar pohon palm merusak pondasi pagar tembok halaman rumah?

Ahmad Juniar mengatakan...

Mbak Ephie,

Saya kurang tahu ya, menurut artikel di internet.

"Pilih yang tidak cepat menjalar. Perakaran pohon palem, kamboja yang tunggang, termasuk aman untuk rumah tinggal. Sedangkan pohon beringin yang akarnya menjalar tidak tepat untuk rumah."
Sumber: http://www.housing-estate.com/index.php?option=com_content&task=view&id=840&Itemid=77

Makasih

Ajoull mengatakan...

Numpang tanya. Jenis pohon peneduh apa ya yang cepat tinggi. Yah, setinggi 2 meter dalam hitungan bulan gitu.

Ahmad Juniar mengatakan...

Sepertinya tidak ada pak. Kalo terlalu cepat tumbuh sepertinya
1.Pohon Chery/Kersen/Keres. (Bertajuk lebar)
2.Pohon Ketapang (Daun besar, Bertajuk lebar spt payung dan payungnya bertingkat), bisa ditanam didaerah dekat pantai yg berair payau/agak asin.

Dapat tumbuh 3 meter dalam 1 tahun. Kalo terlalu cepat dan liar akan memberi kesan sebagai tumbuhan Gulma yang mengganggu keseimbangan ekosistem contohnya: Rumput Gajah/Gulma. Chery sptnya bisa dikategorikan begitu krn di saluran irigasi/kali kecil dekat rumah, banyak pohon chery yg tumbuh liar, menghambat sampah pada aliran sungai. Begitu pak, setau saya.

Ajoull mengatakan...

Terima kasih atas informasinya.

Anonim mengatakan...

pohon yang bunganya kuning dan pink itu namaya apa ya pak mirip dengan kamboja yang biasanya di pakai di arstekture gaya bali?

Ahmad Juniar mengatakan...

Yang ini saya belum tahu namanya Pak, cuman saya pernah melihat pohonnya di komplek perumahan saya.

Bukan Cempaka Putih (org jawa bilang kembang Kantil) atau Cempaka biasa (kuning) kan?

Damian Tanner mengatakan...

Tolong info, apakah akar pohon sukun merusak fondasi bangunan?
Kalau ya, berapa jarak yang aman dari bangunan?
Trims,

Mugi Panji Wardhana mengatakan...

Mohon saran untuk pohon yang cocok untuk halaman rumah dan buahnya bisa dimakan enak, terima kasih mas ahmad

kharis alimoerdhoni arief mengatakan...

Saya juga menikmati phon besar di pekarangan rumah, salah satunya BINTARO, Makasi AHMAD..... TETEP HIJAU

Alris mengatakan...

Pak Ahmad Juniar, menurut saya pohon tanjung dan pohon kiara payung adalah pohon yang tepat untuk ditanam di trotoar jalan untuk pohon peneduh. Disamping peneduh yang baik karena rimbun juga tidak merusak trotoar sebab akarnya menghujam ke perut bumi. Sukses selalu buat Bapak & keluarga.

PakOsu mengatakan...

Informasi yang bagus dan mantap Pak Juniar.
Yang saya herankan kenapa para arsitek (sekitar 90-an) getol amat memakai pohon palm sebagai peneduh jalan di Jakarta? Gak sadar tuh ini negara tropis?

Fanan mengatakan...

Kalo sy pakai pohon ketapang pak untuk peneduh dan cepat tinggi, rajin siram dlm 2 tahun bisa tinggi sampai 5m, dr awal bibit 80cm, pengalaman pribadi di rumah...

epie mengatakan...

gimana cara perawatan pohon tanjung...

Cithika mengatakan...

Makasih infonya mas.

Benny Chen mengatakan...

Pak, saya nanam kiara payung di rumah kok luaaamaaaa sekali ya?? Ud ditanam setahun dari tinggi 3 meteran masih tetep sama 3 meter dan gak lebat2. Daunnya sih masih ijo2 semua dan gak mati sih.

Ludovick4z mengatakan...

Kalo pohon kenanga. kira2 cocok ga ya mas? Thx

yan21 mengatakan...

Pak Ahmad, saya menanam pohon mangga gincu/gedong di halaman rumah, dari bibit biji. Sekarang tingginya 2 m. Karena dari biji, apakah akarnya tidak akan merusak tembok? dan kira2 berapa lama sampai berbuah? trims pak..

Anonim mengatakan...

Mau tanya? Saya sedang membangun rumah, pas di samping tembok ada pohon duku. Apakah akarnya dapat merusak fondasi/tembok disamping pohon duku tersebut? Terima kasih

Harry

Vendi Setiawan mengatakan...

Anonim; kayaknya sih enggak bro

Edwar Fitri mengatakan...

Pak, apakah pohon ketapang bisa merusak bangunan (dinding dan lantai rumah?)

Poskan Komentar