Minggu, 19 Juni 2011

Sepeda Listrik

Gambar: Produsen luar, Ultramotor E-Bike A2B

Bagi kebanyakan orang di Indonesia, bersepeda hanyalah aktifitas sampingan yang dilakukan pada hari libur untuk bersenang-senang dan berolahraga, namun di beberapa negara lain seperti Cina, bahkan di negara maju seperti Jepang dan Belanda, sepeda menjadi alat transportasi alternatif untuk bekerja atau kuliah sambil berpakaian jas. Saat ini, Jepang merupakan negara pengguna sepeda terbesar di dunia dengan rasio satu sepeda untuk tiap empat orang. Ada 90 juta sepeda di Jepang.  

Di Cina, sepeda  listrik  menjadi suatu fenomena yang menarik, karena beberapa tahun belakangan,  perkembangan sepeda listrik di Cina mengalami peningkatan  yang  sangat  besar. Sepeda listrik bagi penulis sangat cocok dipakai di Indonesia dengan alasan sebagai berikut:
  1. Negara Indonesia beriklim tropis dan panas, jika mengkayuh/meng-gowes sepeda, akan berkeringat, sehingga cocok menggunakan sepeda listrik.
  2. Sepeda listrik sangat cocok dipakai oleh pengguna yang tinggal di daerah kabupaten atau kota kecil untuk bekerja dengan jarak tempuh maksimal 12 km. Namun sepeda listrik tidak cocok digunakan untuk bekerja di ibu kota provinsi, kota besar seperti Surabaya, Medan atau Jakarta,  karena akan berkompetisi dengan kendaraan berukuran besar, terutama angkutan umum seperti Mikrolet, Metromini yang agak ugal-ugalan, ngebut bahkan ngerem mendadak untuk menurunkan penumpang tanpa melihat ke belakang. 
  3. Sepeda Listrik aman bagi lingkungan, tidak menghasilkan emisi gas buang, hanya saja saat me-charge baterai sepeda listrik, sumbernya diambil dari PLN yang kebanyakan menggunakan PLTU dan batubara sebagai bahan bakarnya. Sementara ini gpp, hanya mekanisme memindahkan polusi dari kota anda ke daerah lokasi PLTU seperti Cilegon (Banten) dan Paiton Probolinggo (Jawa Timur). Pemusatan pengelolaan emisi gas buang sangat bagus, karena mungkin di PLTU ada filter asapnya sehingga polusi-nya tidak terlalu berat, apalagi kalo Indonesia mencoba energi lain seperti Panas Bumi (Chevron, di Garut), Matahari, Pasang surut air laut, Angin, dsb.
  4. Setiap periode charging, sepeda bisa menempuh jarak 40-60 km, sehingga bisa dipakai 2 hari, sama seperti memakai HP.
  5. Sepeda listrik tidak memerlukan STNK, karena kecepatan maksimalnya  30-40 km/jam, namun beberapa bentuknya, ada yang mirip sepeda motor, sehingga polisi kadang menganggapnya sebagai sepeda motor. Penulis menyarankan membeli yang mirip sepeda saja, selain ringan, juga supaya ga di stop polisi.
Gambar: Produsen lokal, Betrix (bebek listrik)

Dibalik kelebihan-kelebihannya, sepeda  listrik juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu:
  1. Aki atau batere merupakan komponen penting untuk menggerakan sepeda. Usia pakai dan harga aki untuk masing-masing merk sepeda listrik berbeda-beda, namun biasanya sekitar 2 tahun, dan harga aki kira-kira 750 ribu-1,2 juta rupiah. Jadi bagi yang berminat membeli sepeda listrik, sama saja mengeluarkan uang Rp. 40 rb per bulan x 12 bulan x 2 tahun = Rp. 960 ribu (diasumsikan harga aki segitu). Sebelum membeli sepeda motor listrik, tanyakan kepada produsen berapa usia pemakaian aki.. 
  2. Kecepatan maksimalnya 30-40 km/jam, dengan akselerasi perpindahan kecepatan yang agak halus, tidak spontan seperti sepeda motor. Kalau di depan anda ada angkot yang pakai solar, bisa-bisa muka anda agak hitam sampai kantor, mendingan ga usah buru2, biar aja angkotnya jalan sampai menghilang dari pandangan anda.
  3. Waktu charge aki sangat lama (± 8 Jam), berbeda dengan sepeda motor, antri di SPBU pun paling lama 5 menitan. Ini menjadi PR khusus bagi produsen aki sepeda listrik.
  4. Jaringan dealer dan bengkel resmi masih sedikit, Meskipun sepeda listrik minim perawatan, karena tidak perlu ganti oli, namun tetap saja yang namanya baru memakai sepeda listrik, kadang pemakaian diawal agak ceroboh, tip perawatan aki yang keliru, kecelakaan, tentu memerlukan dukungan teknis dari bengkel resmi. Dan kalo bisa ada layanan home service, mengingat sepeda listrik beratnya lumayan juga, antara 45-80 kg. Saat ini, produsen sepeda (motor) listrik lokal dengan layanan purna jual yang bagus adalah Betrix (dari membaca di internet).
  5. Desain sepeda listrik buatan Indonesia seperti Betrix, Emoto, Tiger, Xelimo, memang kadang masih malu2-in dan kurang futuristik. Mungkin karena harga dan kualitasnya kali. Semoga ke-depan lebih baik. 
Gambar: Sepeda Motor Listrik

Selain dari yang disebut di atas, ada beberapa tips memilih dan menggunakan sepeda listrik yang baik.
  1. Pilih produsen lokal yang memiliki kualitas dan layanan purnal jual yang baik. Ada beberapa sepeda listrik yang produsennya sudah gulung tikar sehingga kesulitan untuk men-service.
  2. Pilih juga sepeda listrik dengan dual mode, pakai listrik dan bisa di gowes. Kalau-kalau ada gangguan listrik, anda masih bisa pulang, tanpa didorong.
  3. Sepeda listrik bisa digunakan dengan beban maksimal 125 kg, bila anda obesitas, maka yang membonceng di belakang harus anak kecil.
  4. Agar umur baterai lama, harus rutin dipakai, gunakan untuk ngantar anak sekolah atau anda pakai kuliah dan kerja. 
  5. Agar umur baterai lama, Baterai harus diisi saat indikator bar kurang dari 20%, jangan sampai membiarkan baterai mencapai 0%.
  6. Menggunakan sepeda listrik saat hujan sebenarnya masih aman, tetapi jangan dipakai kalau jalanan sampai banjir.
Semoga bermanfaat

    8 komentar:

    Zoels mengatakan...

    mantap ne sepeda, tpi bsa ngga dipake 48 jam nonstop??

    Ahmad Juniar mengatakan...

    Ga bisa diukur pakai waktu pak, tergantung jarak pemakaian dan medan jalan (datar atau naik-turun).

    Untuk produsen lokal seperti Betrix (bebek listrik), setiap di-charge sampai penuh bisa dipakai sampai 40-60km. Jika diasumsi jarak kantor 10km maka transport pp=20km, sehingga bisa dipakai 2 hari saja.

    Terima Kasih

    erman yuliawan mengatakan...

    referensi yang menarik, saat ini saya lagi modifikasi sepeda listrik roda 3 yang akan dipakai seorang teman yang kena stroke untuk mobilitas sehari-hari, barang kali bisa bantu skema kelistrikannya ??????makasih

    Ahmad Juniar mengatakan...

    Maksudnya, kursi roda Pak? Prinsip kerja kendaraan listrik (mobil, motor, sepeda) sebenarnya sama saja pak.

    Namun mohon maap, saya tidak mempunyai kompetensi di bidang ini. Saya hanya tertarik mengenai green energi (energi yang ramah lingkungan) dan memberikan pengenalan/wawasan saja pada contoh penggunaanya, salah satunya sepeda listrik. Terima kasih sudah mengunjungi.

    deWISDOM mengatakan...

    setelah membaca blog anda, saya mencoba beli sepeda listrik merk china (SUNRACE) kisaran 4-5jt,ketika dicoba dijalan naik sekring (FUSE) selalu putus, mgkn anda ada pengalaman dan solusi dan klo bisa beri rekomendasi aki yg baik merk apa, TX

    Unknown mengatakan...

    @ erman yuliawan:
    kalau orangnya mampu coba lihat di 2 website ini.

    www.e-bikeindo.com/
    yang ini jual kursi roda yang listrik.bentuknya bukan sepeda tapi kursi roda yang ditenagai listrik.

    www.sepedalistrik.com/
    kalau website yg ini, mrk jual sepeda listrik roda 3.1 roda depan, 2 roda belakang. Namun hargaya mahal.13 jutaan-13.500.000 dan indent(tidak langsung ada stock-nya)
    semoga bisa membantu.
    (2 website ini ketemu pas saya browsing nyari2 yg jual sepeda listrik)

    Anonim mengatakan...

    Kalau mo beli sepeda listrik yg dual mode, saat listrik habis bs gowes ada referensi merk kah?

    Anonim mengatakan...

    kalo nge-gowes nge-charge juga ga?

    Poskan Komentar